dari atas sebuah bukit di sisi jalan penghubung antara provinsi, di horizon barat daya ada semburat cahaya merah muda. cahaya itu luas meluas, seperti rekah tepian lidah-lidah api jika kau mengintip satu api unggun di balik ceruk sebuah gua. merah muda tetapi tidak lembut. cahaya itu merobek-robek langit malam tanpa pola teratur, tetapi tidak satu pun tepi cahaya yang membumbung lebih tinggi dari tepi-tepi lainnya. seperti kipas, iya. seperti itu. rapi dan mekar setengah lingkaran. cahaya itu milik sebuah kota tempat ia menggulung sleeping bag dan memasukkannya ke dalam tas kerel.
ia sedang beranjak. ia menuju pengetahuan. ia beranjak dari pengetahuan yang sudah ada menuju pengetahuan yang baru. ia bosan mengetahui rasa yang itu-itu saja, walau disampaikan melalui tubuh manusia yang berbeda-beda. ia bosan mendengarkan janji-janji. ia bosan melihat janji-janji itu dengan mudahnya menjadi bukan sebuah janji.
sebenarnya ia bukan orang yang mudah memercayai janji. ia orang yang mudah memberi kesempatan kepada siapapun. karena ia tahu, setiap hari ia melakukan kesalahan dan keesokan harinya ada kekuatan misterius yang membuatnya membuka mata dengan ringan dan bernafas tanpa usaha yang berarti. ada yang memberinya kesempatan. ada yang mengajarinya bahwa kesempatan dapat diberikan berkali-kali, kepada satu atau dua orang sama, kepada tukang ojek, kepada politikus, kepada kehidupan.
ia tidak memiliki apapun sebagai alasan baginya untuk tetap berada di kota itu. ia juga tidak memiliki harapan apapun kepada tujuannya nanti. bahkan untuk memilih arah, yang di sini atau yang di sana pun, ia belum tahu, hanya kebebasan yang diketahuinya. dan kebebasan akan berguna pada saatnya.
kebebasan itu membuatnya tersenyum. namanya Avril.
..........
tapi, tunggu. agar tidak menyulitkanmu berada di sini. aku mengaku. aku sedang bercerita tentang diriku sendiri. mereka memanggilku Avril.
..........
tapi, tunggu. agar tidak menyulitkanmu berada di sini. aku mengaku. aku sedang bercerita tentang diriku sendiri. mereka memanggilku Avril.
0 Komentar
Penulisan markup di komentar