BAGIAN DI MANA KAMU PERCAYA, DIALAH YANG PERTAMA UNTUK TERAKHIR

13.09
aku rasa, aku berada dalam roda yang sama sejak pertama kali aku melangkah keluar dari rumah demi menghubungi nomor telepon seorang anak lelaki. aku dibuatnya bahagia seketika, sebab ia menjawab telponku dalam nada suara yang riang. lama-kelamaan nada itu berubah menjadi nada sibuk. ia dihubungi wanita lain. aku keluar dari rumah demi mengetahui suatu kenyataan pahit.

wanita lain memahami, butuh lebih dari sekedar komunikasi berkabel untuk menjaga seorang pria tetap berada dalam pelukan kita. mereka membutuhkan komunikasi nirkabel. komunikasi jiwa. komunikasi fisik. aku cukup fales memberikan pelayanan komunkasi fisik. aku lebih mencintai diriku sendiri. karena itu, aku rasa aku berada dalam roda yang masih sama.


BAGIAN DI MANA KAMU PERCAYA, DIALAH YANG PERTAMA UNTUK TERAKHIR

Avril membasuh layar komputer dengan tisu yang dicelupkan ke dalam bambu berisi genangan air hujan semalam. monitor itu berdebu setebal nyaris 1 cm sebab tak pernah disentuhnya berbulan-bulan, dan ia letakkan di dekat jendela. kamarnya berada di lantai dua, di dekat balkon agar dapat dibangunkan matahari pagi. 

Ia datang bersama kawan baiknya, Mayana. Ia dan Mayana dijamu ibu Avril dengan teh hangat dan sebungkus biskuit kelapa. Avril terkejut. tentu saja. Ia tidak pernah menyangka anak jangkung itu akan menemuinya pada suatu hari dan meminta maaf. Bagi Avril, ia tidak perlu minta maaf. Itu hanya akan membuatnya mengingat kembali luka yang sudah dilupakannya.

Anak jangkung itu agak takut menatap wajahnya. sementra ibu Avril keluar masuk ruang tamu, penasaran pada orang-orang yang membuat sepasang alis anak gadisnya terangkat begitu tinggi. "Dulu, aku tidak bermaksud begitu," kata anak jangkung itu. Avril mengingat-ingat, dia dulu memanggilnya Mosq. 

Mosq bukan anak hebat di kelas. bukan anak cerdas, bukan anak patuh. bukan pula anak yang terlampau mengesalkan bagi para guru. Mosq memiliki kemampuan "tak terlihat" dan "tak tersentuh". ia memiliki dunia sendiri yang sekali waktu membuat Avril sangat penasaran untuk memasukinya. Dunia yang dimiliki Mosq penuh petualangan dan reka adegan. Mosq seperti sutradara bagi dunianya sendiri. Ia mengarahkan setiap orang di sekitarnya menjadi apa yang ia butuhkan. Namun ia juga seorang penipu ulung, ia menjaga batas agar orang-orang tidak meminta pertanggung jawabannya kelak.

"Apapun yang kau lihat barusan, jangan beritahukan kepada siapapun" seseorang berbisik tepat di samping telinganya. Avril bergidik. 

"Hei, tunggu dulu!" spontan Avril menarik kerah baju si pembisik. Itu Mosq. Tusuk siomay penuh lem fox kini berada tepat di depan biji mata Avril. 

"Lepaskan," Mosq mengancam

"Sial!"

Avril melepas cengkramannya, "Ga pakai mengancam gitu dong. santai aja. iya, aku lihat bagaimana kamu melumuri tempat duduk mereka dengan lem itu. aku hapal setiap detail gerakanmu. karena aku sejak tadi berada di sini. Haha...kamu ceroboh juga yah."

“Minta apa kamu supaya mulutmu tidak bising?” Moqs bertanya

“Tidak minta apa-apa,”

“Trus, apa alasanmu tidak akan menceritakan semuanya kepada siapapun?”

“Ikut aku!”

Avril menarik tangan Mosq ke dalam kelas. Ia meminta Mosq mengemas isi tasnya, sementara ia juga melakukan hal yang sama. Kemudian mereka mengendap-endap menuju reservoir di belakang sekolah. Avril meminta Mosq berdiri tegak, agar ia leluasa mencapai puncak pagar. Avril meloncat ke sisi sebelah pagar. Tak lupa ia membawa tas Mosq bersamanya. Mosq pun mau tak mau harus melakukan hal yang sama.

“Dengarkan aku, sekarang aku ingin pantai ujung. Kamu mau ikut atau tidak?” tanya Avril begitu Mosq tiba di sisi sebelah pagar.

“Arrgh… kau gila!”


“Apa kau tidak bosan melakukan kejahilan yang begitu-begitu saja setiap hari. Ngerjain anak-anak di kelas dengan lem, petasan, apalah anulah itulah. Aneh, deh. Kalau aku sudah bosan bukan main,”

Share this :

Latest
Previous
Next Post »
0 Komentar

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔